Rabu, 04 Mei 2011

ORGASME PADA WANITA

href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CShoubary%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping">


Bagi pria dan wanita yang sudah pernah melakukan hubungan intim, orgasme merupakan momen yang paling dinanti-nantikan. Lebih daripada itu, momen orgasme merupakan pelepasan kenikmatan yang menyenangkan dan membahagiakan bagi mereka yang berhasil meraihnya.
Penelitian menujukkan bahwa orgasme mampu membuat orang merasa lebih bahagia, lebih sehat dan lebih santai. Menurut wikipedia, orgasme berarti pelepasan tiba-tiba ketegangan seksual yang terkumpul, yang mengakibatkan kontraksi otot ritmik di daerah pinggul yang menghasilkan sensasi kenikmatan yang tinggi dan diikuti relaksasi yang cepat.

Penyumbang terbesar dalam pencapaian orgasme yang dirasakan oleh wanita, terletak pada klitoris, dimana bagian ini adalah bagian paling sensitif yang bersemayam di ujung sebelah atas antara kedua labia minora (bibir vagina dalam).
“Ada sekitar 8000 saraf di daerah klitoris, jadi bagian ini merupakan titik yang paling sensitif, selain G spot,” kata Dr. Boy Abidin spOG, saat acara peluncuran Durex Play O, beberapa waktu lalu, di Jakarta.
Akan tetapi, tidak semua wanita beruntung merasakan kenikmatan orgasme. Pasalnya, menurut survey yang dilakukan oleh Durex Sexual Wellbeing Global Survey 2007/2008, ditemukan fakta bahwa hanya 32 persen wanita yang berhasil meraih puncak kenikmatan (orgasme) ini secara teratur. Sementara 17 persen wanita lainnya mengaku jarang atau tidak pernah merasakan orgasme.
Dr. Boy mengungkapkan bahwa alasan mengapa wanita tidak bisa meraih orgasme, diantaranya adalah karena kekeringan yang terjadi pada vagina. Penyebabnya pun bisa karena menurunya hormon, menurunnya level esterogen pasca persalinan dan periode menstruasi, dan merokok.
Dan sebagai solusinya, wanita yang mengalami masalah pada ketidakberhasilan mencapai orgasme adalah dengan berolahraga secara teratur. Selain itu, memanfaatkan lubrikan yang aman dan nyaman juga dapat membantu meraih periode orgasme. Dan panca indera pun juga sangat berperan untuk membantu menciptakan rangsangan, sehingga mampu membangkitkan gairah.

Fake orgasme
Tentu Anda juga tidak asing lagi dengan istilah fake orgasm atau orgasme palsu, dimana untuk tujuan tertentu, seperti ingin membuat pasangan tidak kecewa, maka fake orgasm pun dipilih oleh sebagian wanita. Padahal, menurut Dr. Boy, melakoni fake orgasm sama saja dengan membohongi diri sendiri dan juga pasangan.

“Orgasme pada wanita memang lebih rumit dibandingkan pria. Butuh waktu untuk hingga mencapai titik tersebut. Akan tetapi, fake orgasm bukanlah solusi yang baik. Akan jauh lebih bijaksana, jika pihak wanita membicarakan masalah ini dengan pasangannya, agar bisa dicarikan jalan keluar yang sama-sama menguntungkan kedua belah pihak (suami dan istri), dan tidak membuat pasangan kecewa,” lanjutnya.


Ciri-ciri orgasme pada wanita
Untuk membedakan antara fake orgasm dan true orgasm memang sangat sulit. Karena melalui ekspresi pun, mimik wajah fake dan true orgasm sulit untuk dibedakan.

Namun, secara fisik, wanita yang akan atau tengah mengalami orgasme bisa dilihat dari nafasnya yang lebih cepat dari biasanya, badan yang mengejang, terjadi kedutan pada area vitalnya (vagina), wajah yang merona dan bahkan terlihat lebih bersinar, dan yang satu ini hanya bisa dinikmati oleh pihak wanita yakni kenikmatan tiada tara, meskipun hanya terjadi selama beberapa detik kedepan.
“Kenikmatan orgasme memang hanya terjadi beberapa detik. Sementara untuk terjadinya multiple orgasm atau orgasme berulang, memang hanya bisa dicapai oleh beberapa wanita saja,” tandas Dr. Boy.

Persiapan
Sebelum melakukan aktivitas bercinta, pihak wanita pun perlu melalukan beberapa persiapan, agar lebih mudah mencapai orgasme yang diidam-idamkan, yakni kedua belah pihak (pria dan wanita) harus merasa nyaman dan rileks. Caranya pun bisa bermacam-macam, bisa dengan membuat suasana kamar tidur se-romantis mungkin atau bisa juga dengan menambahkan aroma-aroma pembangkit gairah.

Selain itu, mood juga harus dijaga. Jangan sampai Anda melakukan aktivitas seksual dalam keadaan bad mood, karena hal itu sama saja akan merusak mood bercinta Anda, dan menjauhi Anda dari puncak kenikmatan (orgasme).
“Usahakan agar mood selalu terjaga dan stabil. Karena itu bisa membantu pihak wanita untuk bisa mencapai orgasme dengan baik,” tambah Dr. Boy.


Keuntungan orgasme
Lebih lanjut Dr. Boy mengungkapkan bahwa banyak keuntungan yang bisa dirasakan – dalam hal ini oleh pihak wanita – pasca mencapai orgasme, diantaranya tubuh akan merasa lebih rileks, stres akan hilang, kualitas tidur jadi lebih baik, bisa mengobati sakit kepala, selera makan membaik, dan kulit pun menjadi lebih kencang, berseri dan terlihat awet muda.