Sabtu, 03 November 2012

Suka melihat Suami ‘Tidur’ dengan Wanita Lain


disorientasi seksualTerlalu banyak kejadian aneh di dunia ini saat ini. Manusia seperti tak pernah lelah berbuat banyak hal ajaib yang bahkan tidak pernah terbersit di masa lalu. Salah satu keanehan yang diperbuat manusia adalah dalam konteks hubungan antara lelaki dan perempuan. Di masa lampau, ikatan pernikahan adalah sebuah ikatan suci yang sangat diagungkan oleh semua orang. Ikatan ini melambangkan muara sebuah hubungan cinta antara dua manusia. Saat ini, beberapa orang sudah memiliki pandangan lain tentang ikatan suami istri tersebut. Anda mungkin pernah mendengar tentang seorang perempuan yang baru bisa bergairah setelah melihat suaminya melakukan hubungan seks dengan perempuan lain. Atau, boleh jadi Anda adalah salah satu dari mereka.




Hal yang patut Anda sadari adalah bahwa hal tersebut salah. Tidak ada dalil apapun, terlebih menurut versi agama yang bisa membenarkan “hobi” Anda tersebut. Boleh jadi, Anda bisa mendapatkan orgasme yang sensasional usai melakukan hubungan seks yang didahului dengan “pemanasan” melihat hubungan seks suami dengan perempuan lain, akan tetapi dari sudut mana pun, tindakan ini adalah salah. Apa yang sudah Anda lakukan sama artinya dengan memberi kesempatan pada suami untuk berzina dengan perempuan lain di depan mata Anda sendiri. Dalam hal ini, Anda harus menyadari bahwa bersama suami, Anda telah mengalami disorientasi seksual.
Tidak banyak orang bisa menyadari bahwa diri mereka sudah terkena disorientasi seksual. Menyukai melihat fantasi seksual di luar kewajaran termasuk hubungan seks dengan pasangan orang lain (swinger) adalah salah sati bentuk disorientasi seksual tersebut. Anda mungkin merasa sangat terangsang ketika melihat suami Anda sedang menggauli perempuan lain. Boleh jadi, di saat yang sama, suami Anda sedang merasa sangat menikmati menggauli perempuan lain sembari menikmati “pemandangan” bahwa Anda sedang “dinikmati” lelaki lain. Menurut para psikolog, disorientasi seksual semacam ini sudah merupakan penyakit kejiwaan. Hal ini sama parahnya dengan kesukaan seksual aneh lainnya semacam menyukai anak kecil (pedofil), menyukai sesama jenis (homoseksual), menyukai binatang (bestiality) dan lain sebagainya.
Kesukaan Anda pada praktek seks aneh ini akan mendorong Anda pada seks bebas. Bagaimana tidak, untuk mendapatkan gairah seks yang memuncak, Anda dan pasangan butuh bantuan orang lain. Artinya, salah satu dari Anda, yaitu suami harus melakukan seks di luar nikah dengan perempuan lain. Pada tahap awal, mungkin yang Anda berdua lakukan hanyalah mencari perempuan bayaran untuk kencan sesaat. Akan tetapi, ketika gairah selalu menuntut “tontonan” yang sama, maka Anda harus mencari perempuan bayaran yang lain. Atas pertimbangan “ongkos” serta keamanan hubungan seksual, Anda berdua memilih mencari pasangan tetap, dalam hal ini mencari pasangan suami istri yang sama “sakitnya” dengan Anda berdua. Seks bebas antara pasangan swinger pun terjadi. Kebosanan yang melanda pada pasangan tersebut akan mengantar Anda bergabung pada klub swinger. Di klub ini, perilaku seks bebas Anda akan makin menjadi dan pada akhirnya, hanya penyesalan yang didapat.