Minggu, 04 November 2012

Perubahan Tubuh Menjelang Persalinan



perubahan menjelang persalinanSelama kehamilan tubuh akan mengalami berbagai perubahan, menyesuaikan kondisi badan anda yang 'mendua'. Perubahan tubuh tersebut mulai dari perubahan kulit, rambut, hingga payudara dan berbagai perubahan tubuh lainnya. Begitu juga ketika anda menjelang persalinan. Secara alami, beberapa minggu menjelang persalinan, tubuh Anda juga akan mengalami perubahan-perubahan untuk mempersiapkan kelahiran bayi Anda. Perubahan yang sering terjadi, antara lain:

Kontraksi Braxton Hicks

Disebut juga kontraksi atau mulas palsu. Hal ini terjadi pada akhir trimester kedua (bulan ke-6) sebagai mekanisme latihan dari rahim. Kontraksi ini muncul tanpa nyeri persalinan, jarang dan munculnya hanya sebentar-sebentar (sekitar satu menit). Kontraksi yang terjadi biasanya memiliki jarak/interval yang teratur, namun tidak lama, tidak semakin kuat atau nyeri. Setelah itu kontraksi akan berhenti. Kontraksi yang terjadi sebelum proses persalinan akan membuat mulut rahim menjadi matang.
Jika Anda mengalami kontraksi Braxton Hicks di siang hari dan seakan-akan akan melahirkan, cobalah berjalan-jalan. Jika kontraksinya berlangsung malam hari, cobalah untuk tidur karena Anda membutuhkan banyak istirahat sebelum melahirkan. Atau jika kontraksi itu muncul namun belum cukup waktu untuk melahirkan, maka berbaringlah di sisi kiri dan minum satu liter air putih selama 30-60 menit. Cara ini akan mengurangi kontraksinya.

Turunnya janin   

Semakin dekat waktu melahirkan, janin akan semakin turun ke rongga panggul (pelvis). Biasanya Anda dapat merasakan turunnya janin tersebut, karena lebih berat, terasa menekan, dan tidak nyaman di rongga panggul. Selain itu, Anda akan lebih sering buang air kecil. Setelah janin turun, rongga perut dan paru-paru Anda punya lebih banyak ruang, sehingga Anda merasa lebih lega.
Ketika janin turun, dokter/bidan tahu karena ketinggian puncak rahim (fundus) Anda akan berkurang. Ketinggian fundus ini diukur dari puncak tulang panggul sampai puncak rahim. Menurunnya tinggi fundus ini dimulai pada kehamilan 20 minggu. Jika ini terjadi, dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mengukur kembali rongga panggul Anda, apakah bisa dilalui janin atau tidak.

Pemendekan mulut rahim (effacement)

Dalam keadaan normal, mulut rahim akan menutup untuk menjaga supaya kehamilan tetap terjaga dan janin tetap berda di dalam rahim. Mulut rahim berbentuk seperti tabung yang terbuat dari bahan tebal dan fibrosa (disebut kolagen) sepanjang 3cm, yang pada saat persalinan akan memendek, menipis, dan membuka. Pemendekan mulut rahim ini disebut 'effacement'. Rata-rata panjang mulut rahim normal adalah tiga cm.
Ketika dokter mengatakan "50% effaced" berarti mulut rahim Anda telah mengalami pemendekan 50%, atau menjadi satu cm dan menjadi lebih tipis dari biasanya. Saat melahirkan, mulut rahim Anda menjadi setipis kertas, dan di katakan "100% effaced".

Pembukaan (dilatasi)

Selain memendek, mulut rahim juga mulai terbuka (dilatasi). Sama halnya dengan penipisan, dilatasi mulut rahim kadang berlangsung sebelum tiba waktunya melahirkan. Pembukaan dan penipisan mulut rahim ini bisa diketahui dengan  pemeriksaan, namun kapan saat pasti Anda melahirkan tidak dapat diketahui, karena kemajuan persalinan juga ditentukan oleh kontraksi rahim. Kenyataannya,jika tidak disertai rasa mulas, Anda dapat berjalan-jalan selama dua minggu dengan mulut rahim yang membuka 2-3 cm.


Tanda-tanda lain:

Seminggu menjelang persalinan, ada beberapa tanda lain yang muncul. Tanda-tanda itu meliputi kontraksi Braxton Hicks yang semakin nyeri, janin semakin turun ke rongga panggul, nyeri pinggang semakin berat, semakin sering buang air kecil, nyeri pada alat kelamin, dan nyeri punggung. tepat ketika persalinan dimulai, tubuh mengeluarkan sewatu hormon yang disebut prostaglandin yang menyebabkan rahim berkontraksi. Pada saat bersamaan namun jarang terjadi,kadang usus besar juga.